Senangnya, ketika berada di tengah-tengah rekan pria di kantor yang berbau wangi. Jauh lebih menyenangkan bukan, daripada menghirup aroma keringat yang bikin pusing kepala?

Karena itu, dan mengingat si dia akan berulang tahun, Anda jadi terpikir untuk memberikan parfum sebagai hadiah. Akan lebih mudah bila pasangan memang sudah biasa memakai parfum, dan punya koleksi beberapa jenis yang biasa dipakai berganti-ganti. Sebaliknya, akan sedikit menantang mencari parfum untuk pria yang cenderung bukan penganut merek tertentu, apalagi yang enggan memakai parfum. Cara berikut mungkin bisa Anda jadikan patokan saat mencari parfum:

1. Kenali tipenya
Kebanyakan pria menggunakan parfum yang beraroma kayu (seperti kayu pohon ek, damar, atau cendana) atau yang ringan (aroma seperti baru selesai mandi). Yang paling gampang sih, mengamati berbagai merek cologne yang pernah dimilikinya. Parfum beraroma kayu yang bisa Anda pertimbangkan antara lain DKNY Men, Givenchy Very Irresistible Givenchy For Men, dan Burberry Touch for Men. Untuk cologne yang lebih ringan, coba Bulgari Green Tea Eau de Parfum atau L'Eau d'Issey Pour Homme.

2. Tanya di counter kosmetik
Ketika mendatangi counter parfum, Anda bisa memanfaatkan jasa beauty advisor (BA) atau petugas penjualannya (asal Anda betulan membelinya). Gambarkan karakter si dia pada si BA sehingga ia bisa memilih sesuai yang sesuai karakter yang Anda sampaikan. Jika si dia tergolong aktif dan atletik, ia mungkin akan menyukai cologne berwangi sitrus yang segar seperti Lacoste Challenge. Bila si dia tipe yang santai seperti anak band atau surfer, coba Hollister California. Kalau ia tipe pria kantoran pada umumnya, mungkin Anda bisa memberikan Hermes Terre D'Hermes yang beraroma kayu.

3. Cari aman saja
Anda tak begitu yakin dengan tipenya? Pilih saja cologne dengan aroma laut, karena cenderung disukai siapa saja. Anda bisa memilih Nautica Oceans atau Kenzo Pour Homme. Jika si dia bukan tipe orang yang senang memakai parfum, pikirkan saja bahwa kebanyakan pria pasti ingin baunya khas laki-laki. Karena itu wangi seperti kayu cedar, musk, atau pepper, pasti akan disukainya. Chanel Allure Homme Edition Blanche atau Dior Fahrenheit bisa jadi pilihan.

4. Temukan zona nyamannya
Seperti saat ia tak bisa menghadiri meeting tanpa dasi andalannya, ia pun mungkin tak bisa berangkat jika belum menyemprotkan cologne favoritnya. Anda bisa mencari sesuatu dengan aroma yang tak begitu berbeda. Sampaikan pada BA, cologne apa yang sudah dimiliki pasangan. Jika tidak, Anda bisa memberikan kemasan botol mini dalam berbagai variasi aroma sebagai hadiah, lalu biarkan ia memilih salah satu yang paling disukainya. Kemudian belilah parfum tersebut dalam ukuran penuh.

5. Cari yang best seller
Anda benar-benar berharap ia mau memakai parfum, tapi belum yakin aroma apa yang akan disukainya? Anda bisa mensurvei teman-teman pria Anda, dan mencari tahu aroma apa yang paling banyak dipakai. Bisa juga dengan bertanya pada BA di counter kosmetik, apa parfum pria yang tergolong best seller.

Jika masih belum ketemu juga, parfum berikut ini tak mungkin tak disukainya:

1. Giorgio Armani Acqua Di Gio Pour Homme.
2. John Varvatos Artisan.
3. Dolce & Gabbana Light Blue Pour Homme.
4. Carolina Herrera 212 Men, atau Carolina Herrera 212 Sexy Men.

6. Kembali ke aroma usai mandi
Oke, Anda sudah bertekad mencari yang terbaik untuk si dia, namun si dia justru bersumpah tak akan pernah mengenakan cologne. Tak usah memaksanya, karena Anda bisa rugi sendiri. Sebagai gantinya, cari saja shower gel beraroma atau aftershave. Produk shower gel dari Bulgari atau Paco Rabanne yang sangat maskulin bisa Anda coba.


Pernah membaca atau setidaknya melihat buku berjudul Why Men Marry Bitches yang ditulis oleh Sherry Argov? Buku itu pasti membuat Anda penasaran karena mungkin Anda sendiri pernah jatuh cinta pada sosok pria idaman yang ternyata malah memilih perempuan lain yang culas?

Pria idaman Anda ini sangat menarik, berpendidikan tinggi, berselera humor yang baik, dan segala kualitas baik yang pernah Anda lihat dari diri seorang pria. Namun entah kenapa, ia selalu terlibat dengan perempuan-perempuan yang menurut Anda tidak layak bersanding dengannya. Pada awalnya, kekasih-kekasihnya itu tampak seperti perempuan normal yang cerdas dan santun. Lama-kelamaan barulah terlihat sifat asli mereka yang penuh tipu muslihat.

Karakter bad girl lainnya adalah inkonsistensi. Suatu saat mereka bisa sangat menggoda, saat lain mereka begitu dingin. Mereka tipe perempuan yang mengatakan betapa senangnya bisa jalan bareng dengan seorang pria dan minta dijemput pukul 19.00. Esoknya, dia mendadak membatalkan janji begitu saja.

Menurut Justin DeMarco, seorang penulis di New York City, tipe perempuan seperti ini boleh dibilang bertindak sebagai player. Ia tahu kapan harus merayu seorang pria dan kapan harus membiarkan pria itu yang mengejarnya. Perempuan ini akan mendapatkan apa saja yang diinginkannya dari seorang pria.

Sherry Argov sendiri mendefinisikan bitch sebagai perempuan yang percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri. Jadi, bitch di sini tak selalu diartikan negatif. Perempuan yang independen dan mandiri memang sangat menarik di mata pria.

"Ada pria yang ingin tantangan," ujar David (24), seorang produser. "(Tantangan) Itu rasanya seperti waktu main video game. Semakin kami merasa gagal, semakin sering kami ingin memainkannya lagi. Mungkin akan ada hambatan, tapi ada banyak kepuasan juga ketika akhirnya berhasil."

Teori bahwa "pada akhirnya berhasil" ini memang tak selalu terjadi. Perempuan tipe player akan membiarkan pria bersikap membangkang dan mendorong pria membuat keputusan dan kesimpulan sendiri. Tetapi, ketika masa-masa pengejaran itu sudah berlalu, pria mendapati bahwa mereka sedang bersama perempuan yang tak layak dipertahankan untuk hubungan jangka panjang. Bahkan, mereka sering kali jadi patah hati karenanya.

Agar tidak selalu terjebak dengan tipe bad girl, pria punya cara sendiri dalam proses mencari Miss Right. Kuncinya adalah menemukan perempuan dengan kualitas tengah-tengah. Maksud mereka, perempuan yang bisa santun, bisa pula liar pada waktunya.

Anda yang bukan tipe gabungan antara bad dan good girl ini mungkin tak perlu memaksakan diri agar bisa disukai pria. Jadilah diri sendiri. Pria pun menyukai perempuan yang tahu siapa dirinya.

Category: | 0 Comments

Ingat, ada hal-hal yang bisa dikompromikan tanpa harus berdebat.
Kamis, 18/2/2010 | 11:30 WIB

KOMPAS.com - Kompromi adalah jalan yang perlu ditempuh saat pasangan kekasih atau suami-istri ingin hubungannya berjalan langgeng. Namun ada saatnya Anda harus mengalah, dan ada saatnya Anda harus mempertahankan keyakinan Anda.

Bagaimana pun juga, masing-masing dari pasangan (pria atau wanita) tetaplah memiliki privasi dan pendapat pribadi. Meskipun sudah berpasangan, tidak berarti apa pun yang dikatakan pasangan harus kita turuti (atau sebaliknya). Tentu saja, harus ada alasan untuk itu. Misalnya, Anda berselingkuh, dan kekasih berusaha mengecek ponsel Anda untuk membuktikan SMS-SMS mesra dari selingkuhan Anda. Kekasih mungkin telah melanggar privasi Anda, namun ia tak sepenuhnya salah.

Bersikap mempertahankan apa yang menjadi keyakinan kita memang akan menyebabkan benturan-benturan dalam hubungan. Bagaimana membedakan antara berkompromi pada keinginan pasangan, dengan meredam keinginan dan kebutuhan kita?

Kompromikan:
1. Bertengkar soal makan malam

Anda ingin menikmati makanan Jepang, si dia ingin makanan Italia. Jangan sampai keinginan makan sushi merusak suasana. Buat saja jadwal, minggu ini menu restoran kesukaannya, minggu depan giliran Anda.

2. Dia ingin berkumpul dengan teman-temannya
Jangan berasumsi bahwa dia lebih memilih teman-temannya ketimbang Anda. Siapa pun berhak menghabiskan waktu untuk bersosialisasi. Biarkan saja dia berkumpul dengan teman-temannya. Anda masih bisa jalan berdua esoknya, kan?

3. Mendekorasi ruangan
Mungkin dia ingin ruangan-ruangan di rumah didominasi dengan atribut dari klub bola favoritnya. Dari wall hanging bergambar logo Barca, taplak meja yang menampilkan wajah Lionel Messi, atau beragam action figure tokoh bola dipasang berjajar di ambalan ruang tamu. Meskipun pemandangan ini kurang Anda sukai, Anda masih hidup dengan nyaman kan? Simpan energi Anda untuk bertengkar.

4. Dia ingin hewan peliharaan
Dia ingin punya anjing di rumah, tapi Anda membenci hewan berbulu itu. Meskipun begitu, tak perlu langsung mengatakan "tidak". Cara itu amat ekstrem. Lebih baik cari tahu seperti apa anjing yang ia butuhkan, seperti apa perawatannya, biaya yang dikeluarkan, dan harganya. Ia juga akan mempertimbangkan lagi kalau ia sudah tahu merawat anjing ternyata tidak semudah yang ia pikirkan.

5. Berbagi soal hobi
Anda lelah mendengarkan seluruh ceritanya tentang film kesukaannya, menemaninya untuk nonton siaran tinju live, atau main game balap favoritnya. Sesekali boleh lah Anda ikutan nimbrung. Tetapi katakan saja kalau Anda mulai bosan atau kurang menikmati tontonan tersebut. Ia pasti mengerti.

Dipertahankan:
1. Ia meminta semua password
Anda
Ia ingin Anda memberitahukan password email, Facebook, Twitter, atau blog pribadi Anda? Ini bukan waktunya kompromi. Setiap orang punya privasi dan ada hal-hal yang tidak perlu dibagikan bahkan dengan orang terdekat sekalipun.

2. Melarang kumpul bareng teman
Jelaskan padanya bahwa setiap orang butuh bersosialisasi. Toh, ia juga melakukan hal yang sama dengan teman-temannya. Namun tentu saja Anda tetap perlu mengatur waktu bersamanya.

3. Ikut campur soal keuangan pribadi
Ini bukan teritorinya lagi. Uang pribadi Anda adalah hak Anda. Ia tidak berhak ikut mengatur, apalagi menyandera kartu ATM dan kartu kredit Anda. Berikan aturan yang jelas antara keuangan pribadi dan rumah tangga.

4. Semua berjalan terlalu cepat
Ia ingin cepat punya anak, sedangkan Anda belum siap. Yang perlu Anda sampaikan adalah alasan mengapa Anda belum siap. Apakah mengenai kesiapan mental, atau finansial? Setelah itu berikan kepastian kapan Anda akan siap.

5. Beda tujuan hidup
Anda ingin mengambil gelar master, sedangkan si dia ingin Anda jadi ibu rumah tangga. Ini adalah suatu sinyal yang tidak boleh diabaikan. Seorang suami seharusnya mendukung apa yang menjadi keinginan dan cita-cita istrinya. Bila Anda belum menikah, pikirkan kembali apakah Anda masih ingin melanjutkan hubungan ini.

Category: | 0 Comments

Apakah ada di antara kalian yang ingin membuka butik atau toko BUSANA MUSLIM? Memang saat ini prospek berjualan BAJU MUSLIM sangatlah bagus. Terutama di bulan-bulan suci seperti Idul Fitri ataupun Ramadhan. Jika anda pandai mencari celah, tentu saja pasar yang sedemikian besarnya bisa kita manfaatkan untuk memperoleh keuntungan yang cukup besar.

Jika anda mempunya modal yang cukup besar, anda bisa membuka butik dan menjual baju secara grosiran. Artinya anda menjadi orang pertama yang mengambil pakaian dari produsen dan setelah itu anda yang menjualnya ke penjual lain. Anda mendapatkan harga yang murah karena membeli langsung dari produsen, setelah itu anda jual ke penjual kecil lainnya dengan mengambil untung yang lumayan.

Tentu saja bisnis ini tidak tidak akan menjamin anda sukses seratus persen, tapi bagi anda yang ulet dan tidak mengenal putus asa, di jamin anda akan sukses.

Sesekali menemani ia main game boleh lah. Padahal saya amat benci main games!
Jumat, 19/2/2010 | 17:23 WIB

KOMPAS.com - Anda pasti sering terkejut mendapati pasangan dengan pribadi yang amat berlawanan, namun sukses berakhir di pelaminan. Mereka berhasil melewati segala hambatan yang ada dalam hubungan, meskipun sedikit sekali persamaan di antara mereka.

Kebanyakan hubungan yang berhasil ternyata memang dibangun di atas perbedaan. Hal ini disebabkan, sesuatu yang berbeda akan terus memercikkan rasa penasaran akan pasangan kita. Yang penting adalah, perbedaan tersebut bukan yang bersifat prinsip. Misalnya, soal perbedaan keyakinan. Atau, perbedaan soal apakah Anda akan menjadi ibu rumah tangga atau ibu bekerja, serta keinginan memiliki anak atau tidak.

Di luar itu, perbedaan yang ada di antara pasangan sebaiknya dinikmati saja, seperti:

1. Selera musik
Anda mungkin kurang cocok dengan selera musik pasangan. Dia menyukai musik-musik oldies yang membuat Anda ingin tidur saat mendengarnya. Sedangkan Anda senang musik-musik masa kini yang lebih nge-beat. Tidak ada salahnya untuk memberikan empati pada hobi masing-masing pasangan, kan? Pengetahuan kita akan musik jadi bertambah, dan kita bisa berbagi.

2. Pengetahuan yang berbeda
Saat ke toko buku, ia langsung mendatangi rak buku dengan tema-tema militer. Sedangkan Anda langsung santai membaca novel sastra atau novel ala Albert Camus dan Satre. Ia menganggap buku-buku Anda kelewat serius, sementara Anda pun tidak mengerti apa yang membuatnya tertarik dengan militer (karena ia tidak berkarier di militer). Keuntungan dari perbedaan minat ini adalah, Anda dan suami bisa saling berbagi mengenai info baru.

3. Punya teman dengan latar belakang berbeda
Teman-temannya selalu ribut membicarakan persiapan untuk naik gunung atau alat-alat perlengkapan diving yang Anda tidak paham. Mereka juga tampil kucel dengan sandal jepit dan baju kaos kusam. Sedangkan teman-teman Anda selalu "wangi", dan rajin membawakan buah tangan untuk Anda.

Siapa bilang Anda tidak bisa berdamai dengan situasi seperti ini? Makin berbeda, maka makin seru. Anda pasti bosan melihat perilaku yang serba diatur, kan?

4. Anda punya tabungan, dia boros!
Profesor dari Warthon School of Finance mengatakan bahwa kita terkadang tertarik dengan orang yang punya gaya hidup atau cara mengelola keuangan yang berbeda dengan kita sendiri. Mungkin ia tidak punya simpanan deposito seperti Anda, tetapi ia menginvestasikan uangnya dalam bentuk rumah atau mobil.

5. Gaya pakaian yang berbeda
Anda ingin setelah menikah tinggal di rumah yang jauh dari kebisingan, sedangkan ia ingin tinggal di tengah kota. Ia punya selera pakaian yang nyentrik, sedangkan Anda cenderung konservatif. Ladies, tidak perlu berkeras hati mengubahnya. Setiap usaha akan mendapatkan jalan terbaik. Ikuti saja keinginan si dia atau sebaliknya. Anda akan mendapatkan pengalaman yang jauh lebih kaya daripada pasangan yang memiliki selera yang sama.